Zie.... Jangan sesedih itu... Aku juga berharap datang dan merengkuh tubuhmu dalam pelukku Hanya saja saat ini kita harus seperti ini... Maafkanlah keadaan ini cinta Yang memaksa kita berjabat tangan dan berpelukan dalam mimpi...
Aku hanya sedang sedih, hidupku tidak berjalan sesuai mimpi mulukku, dan aku sedang ingin menangis, berlari lagi dalam debur ombak di tepian pantai. aku tak ingin tenggelam, dan aku belum mau berhenti... Rinai hujan yang menemani seakan ingin membasuh tuntas air mata ini, sedihku tak berujung, semangatpun sedang menguap entah kemana. Manja pun sudah tak boleh lagi, bertingkah tak semudah mauku, dan aku masih ditemani ego labil kanak-kanakku. Purnama berganti, tanggal berubah dan malam pun pergi Pagi, belum mampu kusambut dengan senyum Hari, belum mampu kuhadapi dengan tegar Karang hati perlahan mulai terbentuk lagi, hanya menutupi sisi rapuh yang terhampar kini. Ternyata, aku tak pernah boleh, tergantung pada siapapun, tak pernah boleh bersandar di dada siapapun dan tak pernah boleh melabuhkan kenyamanan ini, tidak boleh... belum saatnya :(( Dan aku benar-benar menangisi diri. Menyesali nasib yang tak perlu. Motivasi dan semangat tak lagi mampu kuhitung. Hanya aku ...
Penghujung Oktober awal November Dua nama bulan ini adalah sebab aku begitu merindukanmu Oktober, engkau dekat denganku Diikuti November, saat paling bahagia ku Karna engkau ada di hari itu Dimana kita tertawa bersama Meski itu telah berlalu Tiga tahun lamanya Namun kedua bulan ini kan selalu hadir setiap tahunnya Mengiringi resah dan gundah Menyertai bahagia dan airmata Namun tak akan pernah ada yang berubah Meski itu telah dan akan berlalu sekian lama
Entahlah, akhir-akhir ini, dengan banyak masalah-masalah , hidupku terasa tambah rumit. Mungkin menurut sebagian orang, hidup tanpa masalah dan risiko adalah tidak hidup, tapi jujur, aku lelah dengan hidup yang seperti ini. Hidup dengan dua pilihan yang sama-sama rumit. Jika aku berhenti sekarang, aku harus kehilangan orang yang sangat kuharapkan bisa menemani perjalanan hidupku nantinya, tapi jika aku diam pun dan membiarkan semua terus berjalan, aku tak tega melihat kesusahannya. Lalu aku harus apa? Kadang dalam kondisi begini, seringkali terlintas keinginan untuk pergi, membiarkan mereka berpikir untukku, membiarkan mereka yang mengatur semua itu. Selalu , tarikan nafas panjang ini yang ada, hanya itu. Lalu dimana hakku sebagai manusia bebas? Yang tidak ingin hidupnya terus menerus diatur dengan aturan-aturan yang menyesakkan dada. Dimana hakku sebagai perempuan yang bebas memilih sesuai dengan keinginan hatinya, atau ketika berhadapan dengan adat semua itu harus diabaikan? Ah, pena...
Comments
Tak seperti biasanya
Aku datang dgn harap yang menggunung
Pinta yang melangit...
Pohonku...
Ah, kupohonkan sejumput maaf darimu
Maaf lahir Batin, Selamat Idul Fitri 1427 H
Dalam bayang mimpiku, aku telah menjabat erat tanganmu
Juga merengkuh rindu tubuhmu...
Jangan sesedih itu...
Aku juga berharap datang dan merengkuh tubuhmu dalam pelukku
Hanya saja saat ini kita harus seperti ini...
Maafkanlah keadaan ini cinta
Yang memaksa kita berjabat tangan dan berpelukan dalam mimpi...