Posts

Showing posts from October, 2006

Ada rindu yang melangit lagi

Kangen... Zie.... Kangen itu melangit lagi Mengajak airmata ikut mengalir Kok bisa ya.... Padahal dari awal udah nguat-nguatin biar gak nangis, tapi lama-lama gak tahan juga tetap aja ngerasa kangen ma Zie.... Udah sebulan ya...kerasa deh sekarang kalo Zie dah gak da lagi disamping.....

Met Lebaran

Image
Ass........ Hari ni aku ngepost cuma mo ngucapin met idul fitri buat semua muslim di dunia, buat teman-teman aku khususnya..... maafin daku lahir dan bathin ye.......

Seneng deh....

Seneng banget ari ne... Bisa chat ma zie...rencana besok mo nyambung lagi, yah meskipun dah pada pulkam jadi sepi, paling gak ada Zie besok...jadi gak kerasa banget sepinya... Zie... Sorry ya pu3 belom ngasih foto2 pu3 (tau kan gmn susah nya nyari foto pu3), jadi mesti nyari kamera dulu biar ntar yang paling keren 3 krmin ke Zie....

Hampa

Semua yang pernah singgah disini Satu persatu beranjak pergi Meninggalkan sepi yang tak bertepi Salahkukah .... Atau hanya perasaanku saja

Capek !!!!!!

Lelah sudah Berikan aku satu jawaban Untuk menghilangkan semua lelahku Please.... Bantu aku menyelesaikan ini

Benarkah ini ???

Aku pernah mendengar sebuah kisah Yang mendewakan wanita diatas segalanya Yang memuja wanita diatas semua harta Namun hari ini ... Aku juga mendengar darimu Bahwa permainan itu pantas buat seorang wanita Bahwa wanita itu adalah sebuah permainan asik Yang bahkan tak perlu kau jelaskan pun Aku mengerti hari ini Bahwa di matamu Wanita adalah sosok yang tak pantas dipuja Sehingga hari ini ... Aku mengerti seperti apa wanita dimatamu

Perempuan itu

Kadang perasaan yang hadir di hati kita Sering disebabkan adanya orang lain Kadang perasaan itu buat kita merasa nyaman Bahkan merasa itu penting dalam hidup kita Hingga kita merasa wajib menjaga Agar tak ada yang tersakiti Namun ... Saat kesadaran akan sebuah permainan hati Masihkah kita harus menjaga semua yang pernah ada Masihkah kita tetap menyatukan sebuah asa Aku hari ini ... Merasa tak pernah mengerti Merasa tak pernah ingin namun tlah terjadi Merasa tak perlu lagi tuk perduli Apapun yang terjadi dengan hati Biarkan hati yang menilai kepantasan sebuah sikap Bahkan untuk seorang perempuan seperti aku

Di saat kepenatan melangit ...

Hari ini mungkin bukan hari yang membosankan, tapi aku sedang gampang2'a merasa kelelahan (mungkin mo sakit kali ya!!!). Padahal banyak hal yang masih harus dikerjakan...ya... seperti anak kampus pada umumnya (makalah, tugas, dll). Entah apa kabar'a sesorang yang sedang di negeri orang (Zie...), sudah sembuh kah ato tambah parah (moga ja udah sembuh....amiiiin). Ada hawa kangen yang mulai melangit (juga), wah...kudu sabar ya, belum juga sebulan tapi dah kangen gini. Ntar lagi ada yang "bubar", teman2 seleting minta bareng...terakhir katanya, takut taon depan dah pada ngilang kalo dah siap TA ato kul'a. Yah gak pa2 kan, kapan lagi sama2'a kalo bukan sekarang, hati ini sedih rasa'a mengingat kebersamaan yang tinggal sekejap lagi.....but life must go on kan!!!! meninggalkan semua cerita di belakang'a. Entah kapan lagi bakalan ketemu satu sama lain'a, yang di Jepang juga, bakalan ketemu lagi gak di lebaran taon depan????? Miss u so much with all my hea

Tanpa Rasa

Ada yang beranjak pergi dari hati Sepi .... 'ntah kenapa ada rasa kehilangan itu 'ntah kenapa ada rasa yang tak boleh hadir Maafkan lah hati .... Ku tak pernah meminta ia datang Pun begitu ku tak menyuruhnya pergi Kini ... Ketika ada yang membutuhkan komitmen Aku terdiam tanpa kata Kadang ingin bertanya Salahkah aku ?

Sang Waktu ......

Atas nama sang waktu Yang bertahta angkuh di atas masanya Ada yang ingin ku ceritakan Dengarlah .... Ada yang berkeping jatuh di sini Di sudut hati yang terdalam Hingga detak jantung ku seakan berhenti Dan menyisakan sebentuk luka yang menganga Yang berbilur kepedihan dan nestapa Akhirnya ... Harus kuakui beratnya merelakan Merelakan semua kebersamaan ini Dirampas begitu saja oleh waktu Seakan ia tak mau mengerti Bahwa aku tak pernah merelakannya Untuk pergi ... Pergi dari kisah hidupku yang belum usai Tapi ... Akhirnya waktu jua yang bicara Saat hari-hari menjelang perpisahan Saat detik-detik berpacu untuk menuntaskannya Aku hanya mampu diam dan menatap hampa Walau berat harus ku relakan jua Kepergian seorang sahabat Yang bergegas menjemput impian Tak ada yang boleh egois bukan Karna seorang sahabat adalah ketika ia mampu mengerti Apapun yang menjadi pilihan sahabatnya Meski itu menyakitinya Meski itu meninggalkan luka yang dalam Hingga waktu pun harus berjuang tuk menyembuhkannya

Akhirnya .......

Akhirnya.... Saat itu tiba Saat dimana engkau harus melangkah Melangkahkan kaki tanpa menoleh lagi Untuk menguatkan hati kita Yang tersisa hanya doa Yang terlatun dalam setiap sujud panjang kita Juga dalam doa mengiringi kepergian itu Meski mungkin hanya itu yang tersisa Namun yakinlah Kebersamaan yang pernah ada tak kan begitu saja terlerai Ianya kan tetap seperti itu sampai kapanpun Semoga Allah menguaatkan kita Dan memberi kesabaran dalam masa yang lama Semoga Allah membuka kembali jalan itu Jalan dimana kehadiranmu kan ku nantikan kelak Akhirnya ... Selamat jalan sahabat Raihlah impian mu dalam ridha-Nya

Kepergian seorang sahabat .........

Pagi yang lembab dan basah Hujan mungkin tak berhenti hari ini, begitu juga waktu, mereka akan terus berlalu bersama hitungan masa yang melewati kita, melepaskan kebersamaan yang terajut selama ini. Kebersamaan ini adalah perjalanan waktu yang mengajari kita dalam rangakaian seluruh kisah. Jalanan panjang kita yang terus akan berlalu melewati segala kebersamaan yang mengharu biru, meski kuakui bahagia itu bukan tanpa kecewa. Hari ini, 1 Oktober 2006, seorang sahabat Nur Azizah tengah melangkahkan kaki, menguatkan hati dan berbalik arah untuk tak lagi menatapku, sedih bercampur pilu menggumpal di dada. Sahabat, hari ini perpisahan membentang di antara kita, bukan keinginan meninggalkan, hanya saja impian harus terus berjalan, jika bukan dirimu saat ini mungkin esok daku yang melangkah pergi. Sahabat, pergilah jangan menoleh lagi, kan ku kuatkan langkah kakimu dengan tak menangis melihatmu pergi meski saat ini ada yang berkeping disini tapi ku yakin dan pasti suatu hari engkau akan kemba

Dedicated for Zie

Kerap kali atas nama sang waktu Ketika kita sedang merajut rangkaian persahabatan Ada sebuah kisah yang entah apa namanya Memaksa kita untuk berdiam disini Kerap kali atas nama sang waktu jua Kita harus rela merangkai bunga perpisahan Walau dalam diam airmata mengalir perlahan Pagi itu ... Dalam diam, kita saling bertatapan Mungkin aku berusaha sekuat mungkin menahan jatuhnya airmata Pergimu bukan dalam hitungan detik Tapi pergi dalam hitungan hari yang jika dijumlahkan akan genap setahun Pagi itu ... Banyak agenda tersusun di benakmu Sebelum hari yang sesungguhnya akan tiba Ketika hari itu tiba Aku, kami dan semua teman di sini Tak bisa bahkan tak ada yang kuasa Melepasmu hanya dengan senyuman Senyuman ini pastinya dibalut dengan airmata Senyuman ini pastinya dibalut duka Meski begitu sahabat ku Pergilah ... Akan selalu ku iringi langkahmu Dengan doa... Agar Allah senantiasa membukakan pintu pertemuan itu Meski di kemudian hari kita telah ba